Gerimis mempercepat kelam 08/10/2011

0 comments

Tiba di pura Ibu besakih, kita ambil awal di pura dalem puri, menebus beliau yang sudah kembali dan saya sempat dengar pemangkunya bilang * cening sane sampun melinggih, niki panjak ipun saking dauh nusa penida makte banten penebus, yen wenten ring dija ngiring makin melingih ring nusa, yen wenten ring titi ogal agil, titi gonggang ngiring makin memargi antar, sampun katebus antuk siap selem lan jinah. Arinya : arwah semua yang dari nusa penida, ayo sekarang kalian kembali kenusa, cukup segitu kalaian di tahan disini, yang masih di di jembatan goyang, jembatan api ayo ikut, anak kalian sudah menebus dengan ayam hitam, dan uang, ayo sekarang kalian berstana di nusa penida, yah kurang lebih seperti itu kali yak. :)
Greimis dan dingin membuat suasana agak lebih asik ya, dengan iringan suara bleganjur alakadarnya dari suara hanphone sepupu yang di out mengunakan microphone lumayan membawa suasana perjalanan suci ini lebih kusuk bhakti. Beberapa jam di pura dalem puri yang rindang dengan pohon beringin super dan extra besar kita kembali ke bus dan melalkukan trip berikutnya. See di next topic in my Journey yow.


 

read more

Ambil start di air 08/10/2011

0 comments

Macam olimpiade olahraga aja, semua di mulai dari air, bangun jam 5 pagi, mata masih pedas rasanya, begitu padat nya waktu sampai pagi buta datang dan kami dari rombongan keluarga pande hari ini berangkat ke kusamba dengan jukung/perahu motor bercadik, menempuh waktu 30 menit saya tiba di pelabhan kusamba yang sudah di tunggu oleh BUS yang akan mengantar kami ke beberapa pura, pura pertama yaitu goa lawah, kita melalakukan prosesi *ngangkit atau mengambil kembali yang kemarin di buang, alunan genta dan wangi asap dupa membawa suasana damai, sampai waktunya jam 8 pagi kita selesai upacara di pantai, dan menuju pura goa lawah untuk proses berikutnya “ mengelilingi pura sambil berkata * bapak, ibu, paman semua ayo pulang, kalian sekarang berstana di nusa penida, ini sekarang keturunan mu menebus kalian disini, ayo semua pulang, dan saat itu masih aja saya lihat air mata malu-malu, tapi jangan salah saya tetap gagah kok dengan kamera pembelian bapak. Detik demi detik berlalu sampai selesai dan kami menuju bus, aitt….. perus keroncongan ne, makan siang dulu ya sobat, setelah makan akan saya lanjutkan ceritanya. See di next topic in my Journey yow.




read more

Nyegara Gunung 07/10/2011

0 comments

Yeachh selang 2 jam berlalu kini giliran prosesi nyegara gunung yang merupakan rentetan upacara ngaben kemarin, 12 harian atau ngerorasin start dengan 1 asap dupa, detik berlalu puluhan sampai ratusan dupa di bakar, oh oh oh foging besar-besaran ne, asap sudah seperti lautan, kembali ada tangis keluarga mengingat beliau yang sudah kembali menyatu dengan alam, saya masih tetap tegar dan gagah dengan kamera di kanan dan dupa berasap harum di tangan kiri *gimana caranya moto ne?, saya harus ikut bakar-bakar *sekah/ symbol ibu bapak dan paman berupa janur, kain dan isinya. Mata merah karena iritasi ringan, berlalu nya waktu sampai akhirnya sore dan sudah di kemas layakanya *layon atau mayat terbungkus kain kasa, dan rerajahan, benda ini di bawa lagi ke laut untuk supaya menyatu dengan air, dan lansung di angkat kembali dan di semayamkan di tempat biasa kemarin. Waktu sudah malam ya, biarkan berlalu dan mari simpan tenaga untuk perjalanan besok pagi menuju pura ibu yaitu besakih dan goa lawah. Saya istrahat dulu ya kawan bloger good night.See di next topic in my Journey yow.




 


 






THX to kaki ini, tanpa alas, injak dupa dan sakit arrgg
read more

Macam raja tapi tak biasa 07/10/2011

0 comments

Arggwww make up macam artis? Siapa suka?, terus terang saya benci ini, ada banyak alas an, mau tau apa? Ya karena saya ndk suka make up yang jelas, ndk sudak ribet, dan karena ibu dan bapak saya ndk ada menemani seperti orang lain yang kalau potong gigi ini acara senyum karena anaknya akan menjadi dewasa dengan dampingan orang tuang tercinta dan saya saya tidak!. Tapi karena paksaan ya saya pakek sampai tukang rias pulang dan saya gosok lagi lipstiknya “biasa natural. Hahahah
Jam 3 pagi berias beberapa sodara sepupu yang akan ikut prosesi potong gigi, saya masih tidur asik sampai jam 5 dan mendapat giliran “aruhh tak suka lah saya” macam raja tapi tak terbiasa dengan pakian yang ribet, untuk menyenangan nenek aja lah kan dia yang masih menemani saya, hibur dia dengan tidak terlalu banyak membantah. Prosesi demi prosesi berjalan sampai akhirnya *denggg denggg” satu persatu di pangil mulai dari kakak sepupu, kakak kandung, saya, adik sepupu dan seterusnya. Emosi amarah memang sudah tak tertahan, saya ingat sosok wajah ibu, bapak dan semua paman yang pernah mengasuh dan menyayangi saya sewatu beliau masih ada, dan air matapun mulai mengalir layaknya air keran yang bocor pipa penyambungnya. Pas saya keluar dan jrengggggggg ratusan pasang mata sedih sedu melihat air mata saya mengalir sambil teriakan *memekkk “ibu”, tukang gender pun lansung diam dengan mata merah, yang matanya merah rada malu menangis dan hampir 80% yang datang mengalami hal yang sama, ohhh tidak masak seorang yang biasanya gagah harus menangis, sampai nenek bilang *sieppp. Masak kemarin layon “mayat’ bapak, ibu dan pamanmu kamu tegar setegar batu karang tanpa sedikit air mata, dan sekarang baru kamu mulai dengan membius orang di sekelilingmu, paman juga lansung berbalik arah *tukang sangih, lihat bapak, ini bapak kamu, lihat bapak, ini bapak kamu, dan saya agak tenang rada galau tingkat dewa. Bibik sodara ibu yang memiliki wajah mirip seperti ibu kembali membuat saya teringat. Oohhh tidakkk. Melihat semua itu saya rada iri, masih ada yang merangkul tangan anaknya sebelum potong gigi tapi saya sama sekali tidak, hanya nenek yang sering ribet urusan itu, baik make up, pakian sampai sanda yang saya pakek hanya sandal jepit biasa, dan saya tidak begitu peduli. Okeyy berlalu semua sampai gigi saya di asah mengunakan, kikir, sangian, dan grida yang super ngilu, nyossssss. Merangkap menjadi tukang foto, seperti inilah hasilnya, kembali dan berikutnya adik sepupu sampai semua berakhir sampai sekitar jam 10. Ganti baju dan sembaahnyang bersama. Makan jangan lupa ya “saya makan tak bisa se asik kemarin, gigi ngilu semua. Makan dulu ya.  See di next topic in my Journey yow.


 

Coba Lihat Wajah - wajah mereka!
Begini wajah saya kalau lagi galau
Bersama Nenek Tersayang
Bersama Paman sayang masih semata wayang
Bersama sepupu dan Paman





read more

Ngangkit 06/10/11

0 comments
Hakzzzz waktu cus seperti roket buatan amerika, tiba-tiba sudah pagi, hari ada upacara ke laut yang kemarin habis pembakaran waktu ngaben, untuk memangil istilah balinya ngangkit sekah yang kemarin di anyut, jam 9 mulai di sambut rintikan air hujan, tapi tak  menghalangi kami untuk break sejenak, lansung baku hantam melawan cuaca, siapkan perlengkapan dan Gong berirama mengiringi barisan menuju pantai, sampai di pantai kembali air bercik rada malu menyambut.
Dilakukan prosesi sampai sekitar kurang lebih dua jam dan kembali ke rumah tua kakek untuk di “linggihkan” karena esok akan ada upacara 12 harian “ngerorasin” sekalian saya, kakak, bersama 7 sepupu yang lain, bersih bersih dan sempat  makan, istirahat sambail menunggu kedatangan sahabat.
Jam setengah 3 teng SMS di terima dari master D700 pak tutde ternyata beliau dan beberapa sahabat terncinta batal ke nusa penida, sedih ya, gimana ini besok kira-kira bisa bisa ya lakukan upacara tanpa ibu, bapak, teman :’( . semua pasti bisa *minum M150.
Waktu berjalan sampai sore dan lansung saja ya malam, karena saya mau istirahat dulu. Good night everybody. See di next topic in my Journey yow.




read more

Back Home 05/10/11

0 comments

Well today kembali lagi ke kampong halaman tercinta Nusa Penida, bangun lekas madi dan gosok gigi sambil pasang wall di Jejaring social Tut De untuk sekedar info “saya balik duluan” besok kalian nyusul ya sobat. CC : alit, krisna, jee, melon, dan jam 9 berlalu saya menuju pelabuhan di sanur, kurang lebih 30 menit saya mulai berangkat jam 10 tiba di pelabuhan nusa penida jam 10.30.
Sampai di rumah besar daerah istimewa sebunibus, kembali ada yang kurang, sambutan orang tua yang sering mengisi kini sudah tak ada, well lupakan lah, kalau di ingat-ingat entar tebawa suasana, masih ada nenek dan adik sepupu yang terus stay di home.
Makanan yang lama tak saya santap yaitu Goreng Bayam buatan chef nenek, so delecius ya. Makan dan mari ke rumah tua kakek untuk persiapan lagi dua hari, menghias membuat penjor dilakukan oleh-kakak sepupu yang sudah stay disana dari beberapa hari kemarin. Saya hanya bantu-bantu untuk masang kain dan bantu bersih-bersih.
Siang tak lain menunggu sore datang, saatnya membuat racikan sambal dan babi pun bersuara lantang, sampai menjadi sate dan siap untuk makan, banyak sate untuk perlengkapan upakara besok dan untuk menjamu para penabuh yang mengiringi upacara esok hari, mari tutup malam dengan segelas arak dan asap pengoda. Good night everybody. See di next topic in my Journey yow.
read more

Nelunin , 28 – September 2011.

0 comments

Arwwwww sudah berlalu 1 minggu tragedy ini, tepat tiga hari berlalu upacara ngaben yang membuat desa leteh “tidak suci” saaatnya saya dan keluarga melalukan upacara mecaru yang bertujuan untuk menyucikan semua daerah, pura, pekarangan rumah dan batin. Pagi pun berlalu mari bersiap dengan pembuka sarapan alakadarnya mie instan buatan chef nenek.
Start di mulai dari rumah tua kakek dan berlanjut ke 4 rumah paman tercinta, lanjut mkan siang dan menuju pura dalem, marjapati dan penutup pura puseh. Ada yang kurang extra kurang, yang biasa saya lakukan semua ini bersama bapak, ibu, paman dan kini saya hanya berjalan dengan kaki sendiri di temani keluarga dekat. U super hebat guys. Kau membantu anak yang tak punya orang tua ini sampai proses selesai. Akan kah aku bisa balas budi mu ini.?. siang menunggu sore dan saya harus kembali ke denpasar karena besok saya harus beraktifitas kembali sebelum menungu 8 hari dari sekarang atau 12 hari sari upacara ngaben minggu kemarin “ngerorasin /12 hari”. Dan masih banyak rentetan upacara di belakang ini. Abdiku padamu bapak dan ibu akan ku jalani semua proses ini sampai kau di terima di sisinya. *elus dada. See di next topic in my Journey yow.




read more

Indonesia, Bali, Nusa Penida Menangis.

0 comments
  
 
Ini kali ya kejutan yang kalian buat, 2002 adik kandung kalian harus naas karena tabrakan sehabis mengajar tabuh, dan kini kalian harus ikut hal yang sama naas kecelakaan laut sehabis pulang dari ngayah. Kenapa harus karena musik kalian hilang. Sekarang anak anak mu suka musik haruskah akan mengalami hal yang sama?.
Kalian gembarkan nusa penida, semua kalian datangkan dari kejadian ini, Bupati, Gurbenur, DPR -D, DPD, sampai DPR-RI meneteskan airmata, hanya saja presiden aja yang tak bisa datang. Satu sisi kita sekeluarga bersedih, di lain sisi kami bangga dengan kalian, sampai segitunya bisa mendatangkan orang besar. Apakah ini pamer kematian kalian semua? Mau nunjukin kalau kalian wah. *angkat topi buat paman tercinta.
Sunguh aneh tapi nyata. Bapak dan ibu lahir dengan tangal yang sama, bulan yang sama hanya saja waktu dan tahun yang berbeda. Harus kembali tidur di waktu yang sama, tangal bulan sampai tahun sama. Ini kali yang namanya cinta mati. Mungkin sang bapak berjanji sehidup semati dengan ibu hingga kalian harus berbaring bersamaaan. 3 kali kejadian sama, kalian bisa selamat dan kali ke 3 ini kalian harus OFF.






read more
 

Copyright © 2010 • It's My Journey of Photography // Bali Wedding Photography • Design by Dzignine