Macam raja tapi tak biasa 07/10/2011


Arggwww make up macam artis? Siapa suka?, terus terang saya benci ini, ada banyak alas an, mau tau apa? Ya karena saya ndk suka make up yang jelas, ndk sudak ribet, dan karena ibu dan bapak saya ndk ada menemani seperti orang lain yang kalau potong gigi ini acara senyum karena anaknya akan menjadi dewasa dengan dampingan orang tuang tercinta dan saya saya tidak!. Tapi karena paksaan ya saya pakek sampai tukang rias pulang dan saya gosok lagi lipstiknya “biasa natural. Hahahah
Jam 3 pagi berias beberapa sodara sepupu yang akan ikut prosesi potong gigi, saya masih tidur asik sampai jam 5 dan mendapat giliran “aruhh tak suka lah saya” macam raja tapi tak terbiasa dengan pakian yang ribet, untuk menyenangan nenek aja lah kan dia yang masih menemani saya, hibur dia dengan tidak terlalu banyak membantah. Prosesi demi prosesi berjalan sampai akhirnya *denggg denggg” satu persatu di pangil mulai dari kakak sepupu, kakak kandung, saya, adik sepupu dan seterusnya. Emosi amarah memang sudah tak tertahan, saya ingat sosok wajah ibu, bapak dan semua paman yang pernah mengasuh dan menyayangi saya sewatu beliau masih ada, dan air matapun mulai mengalir layaknya air keran yang bocor pipa penyambungnya. Pas saya keluar dan jrengggggggg ratusan pasang mata sedih sedu melihat air mata saya mengalir sambil teriakan *memekkk “ibu”, tukang gender pun lansung diam dengan mata merah, yang matanya merah rada malu menangis dan hampir 80% yang datang mengalami hal yang sama, ohhh tidak masak seorang yang biasanya gagah harus menangis, sampai nenek bilang *sieppp. Masak kemarin layon “mayat’ bapak, ibu dan pamanmu kamu tegar setegar batu karang tanpa sedikit air mata, dan sekarang baru kamu mulai dengan membius orang di sekelilingmu, paman juga lansung berbalik arah *tukang sangih, lihat bapak, ini bapak kamu, lihat bapak, ini bapak kamu, dan saya agak tenang rada galau tingkat dewa. Bibik sodara ibu yang memiliki wajah mirip seperti ibu kembali membuat saya teringat. Oohhh tidakkk. Melihat semua itu saya rada iri, masih ada yang merangkul tangan anaknya sebelum potong gigi tapi saya sama sekali tidak, hanya nenek yang sering ribet urusan itu, baik make up, pakian sampai sanda yang saya pakek hanya sandal jepit biasa, dan saya tidak begitu peduli. Okeyy berlalu semua sampai gigi saya di asah mengunakan, kikir, sangian, dan grida yang super ngilu, nyossssss. Merangkap menjadi tukang foto, seperti inilah hasilnya, kembali dan berikutnya adik sepupu sampai semua berakhir sampai sekitar jam 10. Ganti baju dan sembaahnyang bersama. Makan jangan lupa ya “saya makan tak bisa se asik kemarin, gigi ngilu semua. Makan dulu ya.  See di next topic in my Journey yow.


 

Coba Lihat Wajah - wajah mereka!
Begini wajah saya kalau lagi galau
Bersama Nenek Tersayang
Bersama Paman sayang masih semata wayang
Bersama sepupu dan Paman





0 comments:

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 • It's My Journey of Photography // Bali Wedding Photography • Design by Dzignine