Seumur Hidup Baru ada Rusuh

0 comments
 Tiba puncaknya hari kedua dimulai yaitu Perang Pandan, kerumunan warga di bawah panggung dan peserta di atas panggung berbingkaikan gadis-gadis tenganan dengan busana kain khas adat setempat, kondisi ini membuat saya pribadi merasa bangga “bali look so great and natural”, kunjungan desa tetangga dan wisatawan local maupun domestic menambah halaman itu penuh akan kepala dan kamera, mencoba mencari posisi yang bagus untuk hasil yang maksimal dengan alat seadanya, memang susah, tapi ini yang harus saya jalani hari ini, berada di kerumunan para penonton saya pun berpindah dari koridor pemukiman warga yang view nya lumayan dapat, selang beberapa menit, tiba-tiba teriakan dating dari arah tibu dan ternyata darah di kepala mengalir, rusuh begitu tepatnya dan sunguh ironis tradisi yang sacral ini sampai ada seperti itu, ini kali pertama perang pandan bonus rusuh. Menurut warga sekitar pihak kedua itu datangnya dari desa tetangga yang mau ikut serta berpartisipasi dalam acara tahunan itu, karena memang sudah ada dendam dari dulu, pelampiasan di atas panging perang pun berjalan, jeritan gadis yang berada di koridor bale pun berpadu alunan Slonding “alat music tenganan”, selang beberapa saat akhirnya bisa di amankan oleh warga dan perang pandan pun dilanjutkan samapai sore hari, dan ini beberapa hasil gamabar yang saya dapatkan, semoga bisa menghibur. See di next topic in my Journey yow.


read more

Real Bali is Trance

2 comments

 Setelah setengah hari full di desa yang penuh kenangan ini, tiba saatnya ngelawang “berjalan mengelilingi desa” sebuah tradisi yang hampir ada di beberapa desa di Bali, dengan iringan music bleganjur 3 kali keliling desa sambil di iringi dua orang dan beberapa nenek-nenek yang kesurupan, keris tua tak mempan di tubuh dan tangan seorang kakek yang memang sudah kesurupan, inilah bali yang saya cintai, penuh tradisi, mitos dan yang tak lupa warisan seperti ini jangan sampai berhenti begitu saya, saya ikut menikmati kebersamaan warga sekitar, lumayan keliling desa 3 kali buat kaki kram, tapi ini wajib saya abadikan dan semoga kelak bisa terus lestari, gambar ini yang hanya bisa saya wariskan ke anak cucu kelak, Bali I’ll Love you forever like I love my self and all. Semoga bisa terhibur dengan gambar monochrome ini. See di next topic in my Journey yow.


read more

Hari Kedua Bertepat Purnama

0 comments
  
 
Hari ini pertanggal 15 juni 2011 bertepatan dengan hari raya purnama “full moon” 1 hari sudah berlansungnya tradisi perang pandan sejak kemarin 14 juni 2011, selama dua hari tradisi Bali Aga atau sering di sebut Real Bali di desa adat Tenganan Karangasem Bali. Sambil sembahyang saya menghadiri upacara tahunan ini, mulai berangkat sekitar jam 8 pagi dan setiba jam 10 siang, saya pun berkemas mengganti pakian adat yang selama perjalanan melawan polusi dan kemacetan arus lalulintas bay pas Ida Bagus Mantra yang masih dalam proses kontruksi, setiba disana saya bertemu keramahan masyarakat yang tak pernah hilang dari tahun ke tahun, bermukim di salah satu rumah warga yang sangat ramah menawarkan saya sarapan dan minum, saya pun berjalan-jalan keliling desa bersama teman saya yang sempat ketemu di sana, inilah beberapa wajah ibu-ibu yang lagi menjalani rutinitas pada acara ini, semoga bisa menghibur kawan-kawan yang menyingahi halaman kecil ini. See di next topic in my Journey yow.



read more

Pelarian Diri

0 comments

Sabtu 4 juni 2011, waktunya libur, lupakan kerjaan untuk menenangkan otak, pagi pun datang tanpa kokok ayam yang biasa menjadi alarm harian, hari ini pesta kesenian bali di buka di lapangan puputan badung, tapi selama menunggu siang, saya iseng nyunrise ke sanur dan ternyata gelam gulita, mendung yang sangat dasyat, ahh bosen ne kalau tidur nunggu sampai jam 12 siang. Mendingan ke ubud aja ya, tegalalang mencari sejuknya padi di pagi hari, ternyata padi belum di tanam hanya gambar lahat yang siap di Tanami aja yang bisa saya bagi ke teman-teman, di guyur hujan selama perjalanan bolak-balik sedikitpun tidak mengurungi niat saya untuk berjalan, dan waktunya kembali pulang ke denpasar, sudah jam 10 pagi lumayan 2 jam cukup untuk melanjutkan mimpu tadi malam, tidur sebentar karena sebentar lagi berburu foto budaya, semoga bis aterhibur kawan-kawan. See di next topic in my Journey yow.
read more

Pembukaan Pesta Kesenian Bali 2011

4 comments
Wah liburan yang melelahkan, setelah mencoba sunrise di sanur tapi mendung, pelarian diri menuju ubub pun sia-sia, harus kembali balik ke rumah karena sekarang jam 2 ada pembukaan Pesta Kesenian Bali, samapai di rumah, makan dan pejamkan mata sebentar dan lansung menuju ke TKP, wah 1 moment beribu fotografer, susah mencari celah dengan lensa minim, upaya apa dilakukan sudah tapi masih sia-sia. Melihat pohon yang kayaknya lumayan, saya pun nekat untuk naik mencari hight angel dan ya seperti gambar ini aja yang saya dapat, maklum tidak ada foto jelas, ya kepala lah, ya kaki lah sampai bayangan doang..kwkakwkak tapi asikk. :D sebelum pergelaran di mulai, di belakang layer juga ada beberapa saya abadikan persiapan sampai celoteh anak Bali dengan teman barunya. :). See di next topic in my Journey yow.














read more

Pekerja Terlelap

2 comments
Melanjutkan perjalanan untuk focus detail manusia dalam aktifitas malam, Terlelap, merupakan satu dari sekian faktor over job, kebanyakan berkerja akan membuat metabolisme tubuh berkurang sehingga rasa capek akan terus data, kurangnya istirahat yang teratur begitu di rasakan para penjual malaman di Peken Badung mingu kemarin, terlihat beberapa pedagang yang lagi asik menikmati mimpinya dengan raut wajah lesu dan letih, di kerumunan banyak orang ia pun tetap menikmati mimpi itu, merupakan suatu perjalanan hidup seorang yang berkeja keras berjuang demi cinta untuk keluarga di rumah, kita harus tetap bershukur atas apa yang kita punya sekarang. See di next topic in my Journey yow.



read more

Pasar Malam "Peken Badung"

0 comments
Hupzzz Mingu yang melelahkan kurang istirahat badan pegal-pegal, dari pagi, siang dan tiba waktunya malam hari menepati janji dengan pak Haryadi untuk menikmati pasar malam Peken Badung dengan kondisi angin sepoi-sepoi membuat badan ini serasa meriang. Dam..Ayo kita berangkat dari rumah sekitar jam 8 malam dan lansung menuju ke TKP, sampai sana parkir yang rapi dan lansung menuju pasar bagian barat di dekat balkoni antara pemisah pasar 1 dengan pasar di depannya "Tukad Badung", kita sempat untuk memfocuskan aktifitas yang tertangkap secara panorama dengan mengunakan kecepatan rendah yang secara extrame menguras battre, cukup 1.5 jam berlalu kita lasnsung mencari objeck detail manusia dalam aktifitas malam.See di next topic in my Journey yow.


read more

Tanah Lot itu Menawan

0 comments
15 menit perjalanan dari hijau nya padi di sepanjang perjalanan saya pun tiba di Tanah Lot, beli tiket dan langsung menuju ke lokasi karena bapak Gus Surya suday menunggu dari jam 4 sore. Memilih posisi depan pura ternyata meleset, air yang lagi surut membuat pengunjung bisa berjalan-jalan sampai dekat dengan area Pura sungguh kurang asik waktu saya view vender, dan memutuskan untuk kembali ke koridor depan dan mencoba memilih spot di Batu bolong “Sebelah barat Pura utama” lelah lumaya perjalanan ini, tapi harus tetap enjoy.
Langit mendung sore itu kurang mendukung padahal beberapa hari kemarin cuaca sungguh luar biasa, mungkin belum beruntung kali ya. Tetap semangat kita mulai pasang peralatan dan sampai mataharipun terbenam di ufuk barat itu berarti waktu kunjungan untuk hari ini sudah berakhir dan mari kita melanjutkan perjalanan ke denpasar “laper sekali”, tetap pela-pelan menuju home sweat dan tiba juga dengan lelah berpadu semangat. See di next topic in my Journey yow.


read more

Menghijau Padiku

0 comments

Hupss hari ini memang melahkan, setelah dari jam 5 pagi beraktifitas, sampai rumah nyuci dan bersih-bersih ternyata sudah sore, alaram pun berbunyi kalau hari ini ada janji dengan Bapak Gus Surya untuk menikmati keindahkan alam sore hari di Tanah lot kawasan wisata kabupaten Tabanan, berangkat dari jam 3:40 dari kos menuju ke TKP.
Berjalan menelusur ke arah barat, dan tiba sudah di kabupaten Tabanan saya melihat indahnya padi yang baru menghijau di sekeliling perjalanan itu, memutuskan berhenti sejenak untuk menghirup udara yang sejuk itu dan yang pasti dengan beberapa gambar dari pinggir jalan, sungguh indah alam kita perlu kita jaga dan lestarikan biar kelak tidak seperti kota besar “Denpasar sudah bising dan padat akan besi dan bangunan” 15 menit berdiri ternyata sudah jam 5 sore, ayo semangat melanjutkan lagi 2 kilometer untuk bisa tiba di pura tanah Lot. See di next topic in my Journey yow.




read more

Tidur Sembarangan!

0 comments
Setelah dari galian C saya langsung menuju rumah masing-masing karena masih ngantuk “berangkat jam setengah 6 pagi, sekarang sudah jam 10" di dalam perjalanan ternyata ada mobil tidur Sembarangan di pinggir jalan, wahh ternyata ada kecelakaan.
Ngantuk “penyakitan” merupakan masalah utama memicu terjadinya kecelakaan, sopir truk yang sedang memuat batu koral ternyata sedang mengantuk dan tiba-tiba terkejut kemudian berciuman dengan pohon yang di tamam untuk memisah arus bolak-bali, terbalik dengan posisi 90 derajat truk warna merah ini menjadi tontonan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan dari arah klungkung ke denpasar, memang jalan bay pas Ida Bagus Mantra belum optimal 100%, jadi kita harus exstra hati-hati. Setelah di tanyakan kejadiannya sudah dari jam 4 dini hari, “wahh ngebut tadi berangkatnya makanya tidak lihat ” ternyata sudah nabrak dari tadi pagi, padahal melewati tapi tidah begitu lihat. Ok bisa teman-teman lihat begini kondisi di TKP tepatnya di kawasan pantai lebih 50 meter setelah Bali Marine Park arah Klungkung ke Denpasar.
Wah lama ngelatur mari kita pulang, mata sudah ngantuk, perut laper dan segera berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar “semoga tidak menemukan kejadian aneh-aneh lagi” dan tibalah di denpasar dengan selamat. Thanks GOD.  See di next topic in my Journey yow.



read more

Panorama Galian C

0 comments
Dalam perjalanan pulang, saya sempat menyingahi Galian C, merupakan jembatan penghubung Tukad Unda, disini banyak masyarakat melakukan pengalian pasir hitam, bukan hanya masyarakat setempat saja, banyak juga pendatang terutama dari Lombok, singgah untuk sekedar mengetahui lokasi dan mengambil beberapa gambar. Tempat ini lumayan indah apalagi kalau di kunjungi di pagi hari, sambil memotret alunan suara kendaraanpun ikut berpadu dengan keringat para penambang pasih pagi itu.
Sungguh sang penguasa itu menciptakan lapangan pekerjaan dan manusia sebagai pemain akan melakukan pekerjaan itu tanpa harus banyak mengeluh dan memperhatikan alam, dan kini abrasipun mulai merajalela di kawasan ini, sempat bertanya mengenai proyek pmbangunan pelabuhan trans klungkung Nusa Penida via Ferry, ternyata masih dalam proses dan kebanyakan masih lelet, kemungkinan pihak pemerintah yang kurang begitu mendorong untuk segera menuntaskan proyek ini agar masyarakat bisa dengan gampang untuk melakukan perjalanan ke Nusa Penida, untuk sementara Klungkung masih join dengan pelabuhan di Karangasem. Ok capek cerita lama-lama biar tidak basi mari kita sudahi. See di next topic in my Journey yow.

read more

Garam itu Darimana??

0 comments
Menempuh perjalanan lagi 10 menit dari pemandangan pagi yang menggoda, akhirnya kita sudah sampai di pantai Goa Lawah, masih sepi hanya sepeda gayung yang ada di pinggir jalan, dan lansung kenuju ke TKP. Ngobrol dengan bapak yang  super dan etxra ramah, saya pun di ajari bagai mana cara mengelola air laut sampai menjadi setumpukan  garam, memang membutuhkan tenaga dan waktu yang lumaya biar bisa menjadi garam siap pakai, mulai dari mengambil air di pantai, menaruh di tumpukan pasir yang sudah rata, dan harus menunggu panas terik agar bisa mengering sebelum di masukan ke ruangan yang gelap untuk proses penyaringan, kemudian akan isuling, nah sarinya itu yang di sebut air keras “yeh  wayah” air yang sudah di suling, kemudian di angkat dan dijemur lagi ke atas potongan pohon pinang atau kelapa kemudian menunggu kira-kira 1 hari baru garam bisa diambil.
Memang membutuhkan kesabaran,dan  dari pekerjaan nya ini, bapak 2 anak ini sampai bisa menyekolahkan anaknya di sebuah Universitas negeri di Denpasar, jurusan Hukum semoga anak saya bisa mengabdi ke pada Negara kelak walaupun sekarang semua serba uang “tutupnya”
Memang sedih kehidupan seperti ini, tapi kita harus tetap tegar dan tabah menghadapi perjalanan hidup yang penuh dengan misteri, kita harus tetap bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, karena masih banyak orang yang masih di bawah kita. Okey karena sudah jam 9 mari kita pulang….. See di next topic in my Journey yow.






read more

Kabut Pengoda Perjalanan

0 comments
Kringggg - Kringggg suara handphone, lansung cek ternyata pak Sukandia yang menelpon, ayo berangkat, dan ternyata saya baru ingat kalau hari ini ada janji jalan-jalan menikmati keindahan alam kawasan Klungkung, wahh.. lupa kemana ne pak Haryadi bilang jam tengah 5 jemput ke kos belum datang-datang  juga, lansung tekan hp tit tut tit tu ti tit, setelah di hubungi ternyata lupa juga, alasanya sih alarm salah setel dari jam tengah 5 ternyata bunyinya baru tengah 6, sialan memang buang buang waktu. Ok tanpa basa basi menunggu dan setibanya kira-kira jam 5 : 25 kita brangkat dari Denpasar menuju ke TKP, singgah untuk beli minum dan ngerekok, lanjut berjalan karena pak Sukandia sudah menunggu di POM bensin Ketewel, lansung menelusuri bay pas Ida Bagus Mantra kira-kira 30 menit kita lansung di goda oleh pemandangan pagi yang begitu indah dan sangat indah dengan nuansa kabut di bukit-bukit klungkung berpadu ujung gunung Agung yang ada sinar mentari pagi, ok kita putuskan untuk break sejenak untuk mengambil beberapa gambar, lumayan kira2 sampai 5 frame an. Seperti gambar diatas oleh-oleh pagi ini yang menjadi penggoda dalam perjalanan. Wah… ternyata langitnya sudah merah oke kita lansung menuju ke Goalawah. See di next topic in my Journey yow.

read more
 

Copyright © 2010 • It's My Journey of Photography // Bali Wedding Photography • Design by Dzignine